Heboh Kiriman Peti Mati, Ternyata Trik Marketing

Monday, June 06, 2011

Tadi pas twitteran, lagi heboh aja bahas kiriman peti mati. Tweeps sempat berkomentar atau berfikir, wah teror jenis apa lagi ini. Ya setelah teror bom melalui pengiriman buku, wajar saja orang menjadi paranoid dan trauma dengan tindakan tindakan aneh sejenis ini. Jangankan peti mati, dikirimin bungkusan buku yang tidak kenal siapa pengirimnya aja udah khawatir duluan kan.

Beberapa kantor media mendapat kiriman peti mati. Selain Detik.com, media-media lain yang mendapatkan kiriman peti mati sebelumnya adalah Kompas.com, The Jakarta Post, dan ANTV. Media lainnya yang menerima selanjutnya adalah Arif Suditomo dari RCTI, Pemred Okezone 1 unit dan Tempo 4 unit peti mati. Kiriman untuk Tempo antara lain ditujukan pada penggiat Twitter ndoro_kakung dan selebriti Raditya Dika. Tapi tidak cuma kantor media massa yang dikirimi, sebuah kantor bank swasta juga kebagian.

Setelah ditelusuri ternyata ini adalah proyek marketing. Adalah Sumardi, CEO Buzz & Co,yang merancang semua program ini. Tindakan ini berawal dari niat mencoba ide baru dalam marketing, medium-nya peti mati karena sesuai dengan judul buku yang akan di-launching 'Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency'. Dia juga mengatakan website restinpeacesoon.com adalah miliknya.

Namun sayangnya ide ini belum atau tidak dapat diterima karena justru mendapat respon negatif. Wajar saja, situasi dalam negeri yang dipenuhi teror berpengaruh terhadap kondisi psikologis warga.

Masih inget kehebohan circle crop yang di Cikarang? Ternyata memang sengaja untuk iklan produk snack keripik kentang. Ada-ada saja cara orang menarik perhatian.

You Might Also Like

12 comments