Mar 10, 2016

Cara Membuat Paspor Elektronik e-Paspor

Belum ada rencana ke luar negeri tapi untuk berjaga-jaga saja, jadi saya mengurus paspor. Sebelumnya saya bertanya-tanya, bagaimana cara mengurus paspor sih? Saya mencari informasi browsing web Imigrasi dan blog blogger lain yang sudah pernah mengurus paspor. Sangat sangat membantu.

Saya membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, karena lokasi paling dekat dengan rumah. Lokasi Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, bisa dijangkau dengan kendaraan umum Angkot 31/32/27 atau Metromini 506/54 atau bus Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Pulogebang. Kendaraan pribadi juga bisa tapi parkir untuk mobil tidak terlalu luas, kalau motor cukup luas. Patokannya setelah Lapas Cipinang arah Stasiun Jatinegara. Selain berdasarkan lokasi, bisa juga memilih kantor imigrasi dengan statistik antrian yang paling sedikit. Informasi mengenai antrian kantor imigrasi bisa diakses di infoantrianpaspor.imigrasi.go.id


Apa saja yang perlu diketahui dan dipersiapkan sebelum mengurus paspor?

PERSYARATAN DOKUMEN

KTP
KTP difotokopi bagian depan dan belakang posisi atas bawah di kertas A4 dan jangan dipotong. 
Jika KTP luar Jakarta, persiapkan Surat Rekomendasi dari kantor atau jika belum bekerja Surat Keterangan Domisili biasanya dari RT RW atau Kelurahan. Karena KTP dan kerja saya di Jakarta, jadi tidak perlu. Cuman berhubung saya orangnya lebih baik perencanaan daripada kebingungan, jadi saya siapkan juga. Akhirnya ngga dipakai juga hehe.

Kartu Keluarga
Ketika di antrian, ada petugas yang menginformasikan bahwa nomor KK harus sama dengan KTP, dalam hal kode wilayah. Jadi jika di KTP 4 digit awal kode wilayah Jakarta yaitu 3175, maka nomor KTP pun harus sama. Saya sempat kebingungan, karena nomor KK beda dengan NIK sampai saya mencari informasi di website Kementrian Dalam Negeri, jika nomor KK dan KTP berbeda. Dalam peraturan disebutkan bahwa NIK KTP elektronik berlaku nasional dan unik. Jadi ketika saya mutasi KTP Jakarta bertepatan dengan rekam KTP elektronik sehingga NIK saya tidak berubah.  Teman saya yang mutasi sebelum KTP elektronik, NIK berubah dari kode wilayah asal menjadi wilayah Jakarta. Tidak masalah. Ikuti saja prosesnya. Semestinya memang 4 digit awal NIK itu merupakan kode wilayah tempat lahir jadi kan statis tidak berubah sesuai domisili.

Akta Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah
Dokumen ini, untuk menunjukkan nama dan nama orang tua. Sebenarnya bisa dipilih salah dua saja. Tapi saya serahkan saja semuanya.

Ingat!! Semua dokumen di fotokopi di kertas ukuran A4. Persiapkan juga materai 6000 untuk surat pernyataan. Memang di Kantor Imigrasi Jakarta Timur ada tempat fotokopi, tapi daripada antri dan nomor antrian terlewat, persiapkan semua dari rumah. Dan semua dokumen ASLI, harus dibawa untuk pengecekan.

BIAYA

Untuk paspor biasa 48 H biayanya Rp355.000 dan paspor elektronik Rp655.000. Bedanya? Paspor elektronik ada chip yang bisa langsung discan.

PROSES

Antrian dibagi menjadi 3, online, walk-in, dan prioritas. Online untuk yang mendaftar online, walk in untuk yang datang langsung baru isi formulir, dan prioritas untuk orang tua anak atau sakit. Jadi akan ada 3 jalur dan tempat duduk terpisah sesuai pilihan.  Jadi usahakan berangkat pagi untuk duduk menunggu antrian. Nomor antrian dibagikan jam 07.30 dan ditutup jam 10.00. Jadi bukan berdasarkan kuota. Misalkan anda masih belum mendapat nomor antrian tapi ternyata sudah jam 10.00, maka anda dipersilakan datang keesokan harinya.Catatan, beda kantor imigrasi bisa jadi beda mekanisme nomor antrian. Dari yang saya baca ada yang berdasarkan kuota. Saya hanya menulis sesuai pengalaman saya.

Di sana ada satpam yang membagikan formulir dan surat pernyataan. Segeralah mencari tempat duduk menunggu antrian dan langsung mengisi formulir dan surat pernyataan.
Berhubung saya orangnya tidak suka dadakan, karena rute berangkat kerja melewati Kantor Imigrasi Jakarta Timur jadi saya mengambil formulir terlebih dahulu dan diisi di rumah. Jadi pas hari H tinggal antri saja. Oiya saya mendaftar walk-in karena paspor elektronik belum bisa online.
Jam 07.30 nomor antrian mulai dibagikan. Saya datang jam 06.15 dan dapat antrian no.37. Selesai jam 10.30.

Di Lt. 1 akan diperiksa kelengkapan berkas dan aslinya. Sebutkan akan mengurus paspor apa, paspor biasa atau elektronik. Setelah mendapat nomor antrian di Lt.1, kemudian ke Lt.2 untuk antri wawancara dan foto. Saat ini imigrasi sistemnya OSS (One Stop Service) yang artinya semua dilakukan di satu meja jadi tidak bolak balik seperti dulu. Wawancara hanya ditanya konfirmasi data saja, dan selanjutnya foto. Setelah foto, akan diberikan tanda bukti permohonan dan billing yang harus dibayar dalam 7 hari kerja. Sistem akan terhubung dengan tagihan bank 2 jam setelah entry, jadi untuk amannya bayar saja keesokan harinya. Untuk paspor biasa, akan selesai dalam 7 hari kerja sedangkan paspor elektronik 14 hari kerja.

PENGAMBILAN
Untuk pengambilan paspor cukup bawa bukti pembayaran. Bisa bukti berupa slip ATM tapi saya lebih memilih bayar via teller bank BNI untuk menghindari terselip kalau memakai slip ATM. Pengambilan paspor bisa diwakilkan, bagi anggota keluarga dapat diambil dengan membawa dokumen KK. Sedangkan jika diwakilkan orang lain harus dengan surat kuasa.

Hal-hal sepele yang bisa jadi tidak sepele jika dalam rangka pengurusan paspor yang biasanya terjadi
  • Tidak bawa pulpen sendiri. Ingat ya, antrian sangat menentukan kapan selesai, jadi jangan sampai terlewati hanya karena kelamaan isi formulir
  • Tidak bawa materai. Bisa sih beli di koperasi, tapi antri lagi lho. Materai wajib untuk surat pernyataan
  • KTP dipotong. Ingat! Semua dokumen fotokopi ukuran A4 karena nantinya akan discan ulang oleh petugas.
  • KK tidak ditandatangani Kepala Keluarga. Karena biasanya setelah dapat langsung disimpan bahkan ada yang langsung dilaminating


Ternyata hanya butuh setengah hari untuk mengurus paspor sendiri.

Semoga bermanfaat.
Share: 

Dec 24, 2014

Wisata ke Kampung Sampireun Garut

Akhir tahun aku sudah merencanakan untuk piknik ke luar kota. Lha iya, masa piknik ke Ancol terus liat pantai buthek. Setelah mengadakan konferensi ranjang persegi panjang bersama suami, akhirnya diputuskan untuk wisata ke Kampung Sampireun, Garut. Ya sebenernya sih dalam konferensi rumah tangga kami, aku yang menyediakan list ina inu ita itu dan dia yang approval. Jawaban "terserah" tidak dibenarkan dalam kamus rumah tangga.

Pertimbangan memilih Garut karena belum pernah aja sih dan di sana ada resort yang lumayan nyaman. Aku udah pernah nginep di Kampung Sampireun, suamiku yang belum. Kasian kalo cuman aku pameri cerita dan foto aja. In Google Maps we trust... ya kami cek gmaps dulu untuk menentukan perkiraan lama perjalanan. Ternyata waktu tempuh dari Jakarta ke Kampung Sampireun sekitar 4 jam. Bisalah kalo cuma 4 jam, lanjuuut.


Kami menginap mulai Minggu tapi Sabtu ke Bandung dulu. Dari Bandung jam 11 siang berangkat masuk tol Buah Batu dan hanya setengah jam sudah sampai Pintu Tol Cileunyi. Selanjutnya menyusuri Jalan Rancaekek-Nagreg kemudian lanjut Garut. Jalan menuju Kampung Sampireun cukup bagus, hanya harus berhati-hati di Nagreg karena jalanan cukup berliku. Sepanjang jalan Kabupaten Garut disuguhi pemandangan bukit bukit hijau.


Di jaman serba dihital begini, HP dengan paket internet untuk buka Google Maps dan colokan mobil atau powerbank wajib ada untuk perjalanan. Kami hanya mengandalkan gmaps dan sampai di tempat tanpa nyasar.

Karena check-in jam 2, sesuai perhitungan jam 12 kami sampai Garut mampir makan dulu di Rumah Makan paling terkenal di Garut, RM Asep Stroberi. RM Asep Stroberi ada 3 di Garut ini, kami mampir yang di Jalan Raya Kadungora. Area parkirnya cukup luas jadi ga khawatir kekurangan tempat parkir.


Makanan khas di sini adalah Nasi Liwet Asep Stroberi, nasi liwetnya gurihnya pas dan lauknya pun melimpah, ada tempe mendoan, ayam, tahu, ikan asin, dan lalapan. Minuman yang disediakan pun macem macem. Saya milih jus stroberi yang seger banget karena dipetik langsung dari kebun stroberi Pak Asep. Kalau mau yang anget-anget ada bandrek juga. Konsep RM ini sekaligus tempat wisata karena selain bangku juga ada saung saung di danau dan tersedia perahu. Ada juga arena bermain anak dengan bangunan dan ornamen stroberi. Rumah makan ini rekomen deh.


Setengah 1 kami melanjutkan perjalanan masih sekitar 30 menit lagi. Melewati Kota Garut lalu masuk Jalan Samarang yang mulai kecil jalannya. Simpangan dua mobil kadang harus gantian. Memasuki jalan desa dengan pemandangan sawah dan kebun yang sebagian besar ditanami sayur, sampailah ke banner menunjukkan sampai di Kampung Sampireun. Yayy...

Sampai di Kampung Sampireun sekitar jam 1 siang, disambut oleh akang dan teteh resepsionis. Check-in, bayar, langsung deh diantar ke kamar. Kampung Sampireun ini terdiri dari villa di bukit, garden, dan tepi danau.


Kami mendapat kamar yang di tepi danau, dengan satu kamar tidur. Bangunan tradisional dengan dinding bambu dan beratap rumbia. Teras langsung menghadap ke danau yang penuh dengan ikan mas, mujaer, dan lele. Oiya...tiap kamar dapat satu perahu yang bisa digunakan berkeliling danau, juga 2 bungkus makanan ikan. Kalau malem ikan lele segede paha biasanya muncul lho.


Uniknya, pelayanan makan diantarkan dengan perahu dan lewat pintu teras yang menghadap danau. Kalau pagi dapet free surabi dan kalau malem dapet sekoteng. Suasana alam yang tenang membuat lupa sejenak dengan cicilan KPR.


Kolam renang tidak begitu besar tapi jika bukan hari libur sepi jadi udah kayak kolam renang pribadi karena jarang yang berenang.


Tamu bisa makan di restoran atau di saung yang berada di taman sekitar restoran. Untuk makanan standar saja, bisa memilih menu seperti nasi goreng, mie goreng, atau roti rotian ala Amerikah.


Karena konsep alami, semua spot di Kampung Sampireun ini bagus buat foto foto. Di danau sambil mendayung sampan, di taman, atau sekedar di bawah pepohonan. Dua malam di Kampung Sampireun menyenangkan. Kapan kesana?


Share: 

The Tribez : Games Membangun Desa di Android dan iOS

"Kamu habis dapet warisan sawah ya?"
"Iya nih... account Farmville mbah saya diwariskan"

atau

"Kamu ndak pulang membangun desa?"
"Iya ini lagi membangun desa di The Tribez"

Guyonan di era dihital di mana sawah dan lahan semakin sedikit langka di kota. Kembali ke topik games. Sebenernya saya tidak terlalu rajin dan maniak nge-games. Saya lebih suka games membangun daripada games merusak. Maksudnya games seperti membangun desa, peternakan, jalur kereta, bandara, dan lain-lain.


Jarang-jarang saya rajin menyelesaikan games, dan satu-satunya games yang masih saya mainkan sampai sekarang adalah THE TRIBEZ. Games ini tersedia di android maupun iOS.

Tema

The Tribez adalah games dengan konsep empire-building, membangun peradaban. Pertama akan ada satu pulau yang harus dibangun dan hanya ada satu penduduk. Selanjutnya "penduduk" harus mengumpulkan makanan dan bahan bangunan.


Dengan membangun hunian atau rumah akan menambah jumlah penduduk. Selain membangun rumah, "penduduk" juga harus membangun bangunan untuk perdagangan dan hiburan, nah ini yang menghasilkan uang. Untuk memproduksi bahan bangunan dan bahan makanan itu harus dibangun unit produksi. Level kebahagiaan "penduduk" harus ditingkatkan dengan menghias pemukiman.


Untuk menuju pulau lain, harus mencapai level happiness dan uang tertentu. Ada 7 pulau yang bisa dihuni dengan karakter alam yang berbeda-beda, ada pulau pasir, pulau gunung api, pulau es, pulau alien, dll.

Grafis

Ada banyak games building seperti ini dan saya sudah banyak install-unistall untuk melihat kualitas gambarnya. Menurut saya grafis The Tribez tetap paling bagus. Karakter "penduduk" dan lingkungannya pun bagus.

Tips

Untuk mencapai level tertentu harus mengerjakan "task" yang membutuhkan waktu. Tersedia koin dan permata untuk mempercepat waktu pengerjaan tapi ini berbayar. Games ini cocok untuk yang nge-games sewaktu-waktu saja dalam artian tidak harus mantengi hp terus.







Tambah teman di Facebook untuk membantu mengerjakan "task". Ada grup grup The Tribez di Facebook yang bisa jadi sarana tambah teman. Selamat bermain.
Share: